Pendampingan Gapoktan- Tanggamus-Mikoriza

You are currently viewing Pendampingan Gapoktan- Tanggamus-Mikoriza

Pendampingan Gapoktan- Tanggamus-Mikoriza

Pendampingan Gapoktan pada Kegiatan Sekolah Lapang oleh Dosen Prodi Rekayasa Kehutanan Itera di UPTD KPH Batu Tegi tentang Pupuk Hayati Mikoriza

Tanggamus-Program Studi Rekayasa Kehutanan, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), berkolaborasi dengan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengadakan kegiatan sekolah lapang sebagai bentuk pendampingan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah UPTD KPH Batu Tegi, Lampung, pada Rabu, 2 Oktober 2024. Kegiatan ini diadakan di Gapoktan Sumber Makmur 1, dengan total peserta sebanyak 30 petani.

Dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan, Faradila Mei Jayani, S.Hut., M.Si. memberikan materi mengenai pupuk hayati mikoriza dan teknik perbanyakannya secara sederhana. Faradila menjelaskan,

“Pengenalan pupuk hayati mikoriza kepada para petani bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat mengurangi kesuburan tanah, membuat tanah menjadi padat, masam, dan menurunkan jumlah organisme tanah.” 

Dia menambahkan bahwa penggunaan pupuk hayati mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman serta melindungi tanaman dari penyakit akar. Selain itu, petani diajarkan cara perbanyakan inokulum mikoriza dengan menggunakan media pasir zeolit.

YIARI adalah lembaga non-profit yang berfokus pada kesejahteraan, perlindungan, dan pelestarian satwa liar di Indonesia, dengan dukungan utama dari International Animal Rescue (IAR). Salah satu program YIARI adalah pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah UPTD KPH Batu Tegi salah satunya adalah sekolah lapang sebagai bentuk pendampingan Gapoktan. “Sekolah lapang ini diadakan secara rutin setelah musim panen ketika petani tidak berkegiatan di ladang,” ungkap Aji Mandala Putra, S.Hut., staf YIARI yang mendampingi kegiatan tersebut.

Selain materi mengenai pupuk hayati mikoriza, peserta juga mendapatkan informasi tentang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan penguatan struktur kelembagaan Gapoktan, yang disampaikan oleh Bapak Eko Soekamto, seorang pakar pertanian organik dan konsultan YIARI yang telah mendampingi beberapa Gapoktan di wilayah tersebut.

Dengan adanya pendampingan Gapoktan melalui kegiatan sekolah lapang ini, diharapkan petani dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan budidaya tanaman mereka. Beberapa tanaman yang ditanam oleh petani anggota Gapoktan ini antara lain lada, kopi, cabai, dan kemiri. Penerapan ilmu yang diperoleh diharapkan dapat meningkatkan produksi panen petani sekaligus menjaga kelestarian alam.

Leave a Reply